GERBANG KEBAIKAN

“Maukah aku tunjukkan kepadamu pintu-pintu kebaikan?” Selanjutnya Beliau menyebutkan dua hal: “Puasa adalah benteng dan sedekah bisa memadamkan kesalahan se perti air memadamkan api.”
(HR At-Turmudzi)
Ketika seseorang berpuasa, maka ia akan dimudahkan dalam menjalankan kebaikan. Begitu pula seseorang yg bersedekah, jika ikhlas maka hatinya akan digerakkan untuk melakukan kebaikan-kebaikan pula.
Semoga Allah  memberikan petunjuk, sehinggga waktu yang ada hanya kita gunakan untuk menjalankan ketaatan kepada Allah maupun berbuat kebaikan kepada sesama. Amin 

BELAJAR IKHLAS

Dengan belajar ikhlas, maka  beban berat menjadi terasa ringan;
kesusahan, keletihan dan kesulitan yg menghimpit akan berubah menjadi hiburan;
musibah yang sedang menguji menjadi pembersih hati; harta menjadi wasilah perjuangan di jalan ALLAH di seti ap lini kehidupan; dan kekuasaan menjadi amanah dalam perjuangan.
Ya ALLAH, bimbinglah hati kami agar mampu belajar ikhlas dalam semua amaliah kami. Amin.

Ombak Besar & Ombak Kecil

Alkisah, di tengah samudra yang luas, saat air laut pasang, tampak ombak besar bergulung-gulung dengan gemuruh suaranya yang menggelegar, seakan ingin menyatakan keberadaan dirinya yang besar dan gagah perkasa.
Sementara itu, jauh di belakang gelombang ombak besar, terdengar gemericik suara ombak kecil bersusah payah mengikuti jejak si ombak besar. Tertatih-tatih, mengekor hempasan ombak besar. Si ombak kecil merasa dirinya begitu kecil, lemah, tidak berdaya, dan tersisih di belakang. Sungguh, terasa menyakitkan.
Dengan suaranya yang lemah, kurang percaya diri, ombak kecil bertanya kepada ombak besar. Maka sayup-sayup, terdengar serangkaian percakapan di antara mereka.

“Hai ombak besar…! Aku ingin bertanya kepadamu…!! Mengapa engkau begitu besar, begitu kuat, dan gagah perkasa? Sementara lihatlah diriku…, begitu kecil, lemah, dan tidak berdaya. Aku ingin seperti kamu!”
Ombak besar pun menjawab, “Sahabatku, kamu mengganggap dirimu kecil dan tidak berdaya. Sebaliknya, kamu mengganggap aku begitu hebat dan luar biasa. Anggapanmu itu muncul karena kamu belum sadar dan belum mengerti jati dirimu yang sebenarnya!”
“Jati diri? Kalau jati diriku bukan ombak kecil, lalu apa…?” timpal ombak kecil.
Ombak besar meneruskan, “Memang di antara kita terasa berbeda, tetapi sebenarnya jati diri kita adalah sama! Kamu bukan ombak kecil, aku pun juga bukan ombak besar. Ombak kecil dan ombak besar adalah sifat kita yang sementara. Jati diri kita yang sejati adalah air. Bila kamu bisa menyadari bahwa kita sama-sama air, maka kamu tidak akan menderita lagi. Kamu adalah air, setiap waktu kamu bisa menikmati menjadi ombak besar seperti aku: kuat, gagah, dan perkasa.”
Sebagai manusia, sering kali kita terjebak dalam kebimbangan akibat situasi sulit yang kita hadapi. Yang sesungguhnya, itu hanyalah pernak-pernik atau tahapan dalam perjalanan kehidupan. Seringkali kita memvonis (keadaan itu) sebagai suratan takdir, lalu muncullah mitos: “Aku tidak beruntung”, “Nasibku jelek”, “Aku orang gagal”. Bahkan ada yang menganggap kondisi tersebut sebagai bentuk ketidakadilan Tuhan!
Dengan memahami bahwa jati diri kita adalah sama-sama manusia, tidak ada alasan untuk merasa kecil dan kerdil dibandingkan dengan orang lain #srupuuut kopi anget e….

NIKMAT YANG DISYUKURI

“Andai rumahku bagus dan mewah, tentu aku bisa tidur dg nyenyak”
Seandainya apa yg kita inginkan telah terpenuhi, masih kah kita mengingin kan sesuatu yg lain?
Keinginan sekecil apapun yg terpenu hi akan terasa nik mat dan barokah ji ka disyukuri.Namun jika tidak, maka akan mendatang kan kesedihan yg berkepanjangan. Kematangan hidup seseorang sangat di pengaruhi oleh se berapa besar rasa syukur atas nikmat Allah. Bersyukur di lakukan dg hati, le san dan perbuatan.
Semoga kita terma suk dari golongan hamba Allah yg pan dai bersyukur. Amin

Manuk kuntul

Falsafah manuk kuntul (burung bangau) memang jumbuh dengan kenyataan. Bila dilihat sekilas, burung bangau memang menakjubkan. Dia begitu hebat, kakinya yang panjang menambah wibawanya, bulunya yang putih bersih memperlihatkan kharismanya, dan sikapnya yang tenang seolah menunjukan kedalaman ilmunya (memang saudara2 manuk kuntul sekarang ilmunya hebat2 dan penampilanya juga meyakinkan).
Namun ternyata  semua itu hanyalah tipuan semata, semua itu hanya kemuna……yang dibungkus rapi. Burung burung itu pura pura tau dalam segala hal padahal bila ditanya ternyata hanya katanya (kalau tidak percaya coba deh tanya ama burung2 itu, he he he). Bersikap serba wibawa, tenang, tajam padahal sebetulnya ia hanya membangun kesan supaya terlihat arif dan bijaksana. Dengan cara cara yang dikemas sedemikian rupa, ia caplok mangsa mangsanya dengan serakah seoalah tanpa dosa (kasihan deh ikan ikan), sayang ikan ikan itu tak sadar bahwa didepan sang bangau mereka itu hanyalah mangsa untuk kemakmuranya. Inilah kebusukan si burung kuntul, yang kelihatan putih bulunya tapi tenyata merah dagingnya. Ratu Wahdat benar inilah jaman burung bangau, mereka berkeliaran di tengah kota dengan menawarkan surga, surga yang didalamnya banyak bidadari2 seperti kemauan mereka. Lebih baik jadi burung perkutut, walaupun sederhana wujudnya tapi banyak yang suka bahkan sang rajapun berkenan memelihara dan mau mendengarkan keindahan suaranya.
Maaf saya tidak mengarang, saya hanya mencoba menafsirkan isi kidung diatas.

#sumonggo…. Ngopiii meneh… :)

Nasehat syeikh Abdulkadir Al Jailani

Nasehat dari Syeikh Abdulkadir Al Jailani untuk selalu bersangka baik sesama insan.

Jika engkau bertemu dengan seseorang, maka yakinilah bahwa dia lebih baik darimu.
… Ucapkan dalam hatimu: “Mungkin kedudukannya di sisi Allah jauh lebih baik dan lebih tinggi dariku”.

Jika bertemu anak kecil, maka ucapkanlah (dalam hatimu): “Anak ini belum bermaksiat kepada Allah, sedangkan diriku telah banyak bermaksiat kepada Allah. Tentu anak ini jauh lebih baik dariku “..

Jika bertemu orang tua, maka ucapkanlah (dalam hatimu): “Dia telah beribadah kepada Allah jauh lebih lama dariku, tentu dia lebih baik dariku.”

Jika bertemu dengan seorang yang berilmu, maka ucapkanlah (dalam hatimu): “Orang ini memperoleh karunia yang tidak akan kuperolehi, mencapai posisi yang tidak akan pernah kucapai, mengetahui apa yang tidak kuketahui dan dia mengamalkan ilmunya, tentu dia lebih baik dariku.”

Jika bertemu dengan seorang yang bodoh, maka katakanlah (dalam hatimu): “Orang ini bermaksiat kepada Allah karena dia bodoh (tidak tahu), sedangkan aku bermaksiat kepada Allah-padahal aku mengetahui akibatnya. Dan aku tidak tahu bagaimana akhir umurku dan umurnya kelak. Dia tentu lebih baik dariku. “
#ngopi..ngopiii…

PERINGATAN KELUD

Meletusnya gunung Kelud, merupakan peringatan Allah yg difirmankan dalam Al-Quran.
Tanggal 13 bln 2
(Surat 13 ayat 2) :
“Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang (seba gaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan; Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan(mu) dengan Tuhanmu.”
Tahun 2014
(Surat 20 ayat 14) :
“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yg hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”
SUBHANALLAH
Inilah peringatan yg nyata dari Allah, semoga iman kita bertambah kuat. Amin