“Barang siapa ilmu nya bertambah, na mun tidak bertam bah petunjuk, maka ia akan semakin jauh dari Allah.” (HR Abu Nu’aim)
Sebagaimana caha ya pada layaknya, ia menyibak kegelap an, memperjelas yg samar, sehingga sipembawa lentera tidak tergelincir.
Para pendidik ditun tut untuk senanti asa membersihkan jiwa. Tidak boleh kita berperan menjadi sumbu lentera, menerangi sekitar, namun diri nya sendiri malah hangus terbakar.
Ilmu yg bersumber dari yg jernih (wah yu), memberikan kendali bagi ting kah laku si murid, hingga yg tampak adalah perilaku yg baik. Inilah yg dinamakan ilmu yg bermanfaat.
Semoga kita mam pu memberikan ilmu yg bermanfaat bagi anak2 kita. Amin

Iklan