Boleh tidak aku bertamu ke rumahMu
Setelah berulangkali kehilangan jejakMu?

Lorong ini panjang
tanpa ujung
buntu

Lorong ini luas
tiada tepi
buntu

Mengingat perjalananku,
lalu lalang dalam kebisingan
Mengingat masaku,
hingar-bingar diantara kesunyian
Kutemukan diriku mengapung dalam cahaya
maha cahaya, ditegur lewat tangan-tangan kotor ini,
entah telah berapa puluh tahun lalai kubasuh

Bajuku penuh kotoran dan debu, tetapi enggan kucuci
Kakiku penuh lumpur, namun malas kubersihkan
Hanya mata ini yang kerapkali kucuci,
namun selalu menampakkan wajahku yang sama: asing

Kucari sukmaku yang hilang….

Ruang ini begitu besar, luas dan sunyi…..
Kutemukan diriku sendirian dan terasing
Sangat kecil, hanya sebagai noktah hitam
dibanding ruang dan dunia sekitarku yang tak bertepi dan tak berujung

Boleh tidak kakiku menginjak halaman rumahMu?

Serasa sudah berabad-abad perjalanan menemukanMu
Aku kerapkali tersesat karena pongah, selalu mencurigaiMu
Serasa sudah berabad-abad mencari jejakMu,
yang senantiasa membuatku semakin kecil dibanding diriMu

Ruang ini begitu luas dan besar
aku hanya setitik, noktah hitam kecil dan sendiri
Yang mudah diterjang gelombang dan bencana
jika Engkau inginkan

Boleh tidak aku sekedar melihat senyumMu?

Ruang ini begitu kukenal…..,
namun entah kapan aku menemukannya