Menurut Abu Dzar, Nabi bersabda: “Wahai Abu Dzar yg disebut akal adalah mengatur, yg dise but warak adalah menjaga diri (dari dosa), dan yg dise but kebanggaan adalah berakhlak mulia”
(HR Ibn Hayyan).
Siapa yg menahan diri untuk tidak melakukan maksiat kepada Allah, lalu menunaikan hak-hak-Nya, menga gungkan dan melak sanakan perintah-Nya, berarti ia me miliki akhlak luhur dan berjiwa mulia.
Selain kepada Allah kitapun juga perlu berakhlak mulia ter hadap makhluk Allah yg lain.
Semoga kita mam pu mendidik agar anak-anak kita berakhlak mulia.