(Anoman) dan jaman Kaliyuga
Dalam kasanah pewayangan kita Anoman ini dikenal dengan hidup diberbagai jaman, hingga jaman Jayabaya menjadi Raja yang termasyur. Bahkan dalam versi Jawa Anoman ini diceritakan tidak mati, dia terakhir bertemu dengan Sunan Kalijaga dan minta di jabarkan arti atau makna Jamus Kalimasada. Anomanpun baru moksa meninggalkan alam dunia ini menuju ke dunia lain.
Bosan hidup, itulah yang dialami Anoman. Di dalam cerita wayang terdapat cerita Anoman Maneges, yang menceritakan berontaknya Anoman kepada para Dewa dan minta mati. Di Jaman sekarang ini mungkin sudah jarang orang yang berumur panjang seperti Anoman ini.
Tak terpikir keribetan dan kejenuhan diseputar kehidupan Anoman yang hidup di jaman Ramayana hingga Jayabaya. Entah berapa ratus tahun dia butuhkan waktu untuk hidup. Dan berapa ratus dharma ksatria yang dia kobarkan demi keberlangsungan kehidupan di marcapada ini. Coba saja kalau Anoman ini masih hidup, pasti bisa menyelesaikan korupsi, kolusi nipotisme dan segala kerancuan negara ini.(Mungkin loh ya), sempat dan bahkan sampai saat inipun masih banyak bermunculan isu keluarnya satria piningit, sampai-sampai banyak berita2 yang membicarakan hal tersebut. Ini berarti…harapan atau asa untuk hidup baru ada dalam benak masing-masing individu di negeri ini. Tentu saja tindakan masih mlempem karena belum ada reaksi realnya, seperti kasus reformasi di tahun 1997-1998
Kebingungan dan kegelisahan Anoman mengakibatkan dia berontak. Tidak seperti makhluk hidup pada umumnya, berontaknya Anoman ini adalah dia melakukan meditasi dan mencari petunjuk. Dewapun kewalahan merasakan aura dari Anoman, di utuslah Narada (wakil presidennya para dewa) untuk menemui dan berbincang-bincang dengan Anoman. Sesegera Anoman minta mati, tetapi kematian Anoman masih dipending, karena masih ada satu tugas mulia lagi bagi Anoman, yaitu menikahkan putri Jayabaya yang bernama Pramesti dengan Astradarma putra dari Sariwahana. Anoman disuruh menjadi seorang pendeta dengan nama Resi Mayangkara. Akhirnya Anoman mampu menikahkan kedua mempelai karena Astradarma merupakan muridnya. Pernikahan ini merupakan awal kedamaian diantara dua kubu yaitu kubu Jayabaya dan kubu Sariwahana. Anomanpun segera mempurnakan tugasnya dengan bertempur melawan musuh Jayabaya yang asli yaitu seorang raja dari Selahuma bernama Yaksadewa. Anoman mati dalam pertempuran dan moksa bersama raganya, begitu juga Yaksadarma berubah wujud menjadi Bathara Kala dan kembali bertugas menjajagi niatan para manusia.
Berdarma dan berbakti, menyatukan, dan melerai pertikaian artinya menjaga kestabilan kehidupan bersama. itulah sebenarnya tugas Anoman. Ketika kedamaian tercapai maka kehidupanpun kembali normal dan kenormalan ini merupakan akhir dari kehidupan Anoman. Di jaman yang serba salah kaprah dan membingungkan ini sebenarnya dibutuhkan sosok seperti Anoman. Bagaimana tidak, saling tuding, saling curiga dan saling membunuh sudah menjalar, meskipun tidak terlihat kepermukaan. Lihatlah pertikaian antar tetangga gara-gara hal sepele, bom bunuh diri, pemimpin yang samar dalam mengambil kebijakan.
Jadi teringat pembagian waktu atau era menurut astronomi Hindu dan Budha. Dimana jaman itu dibagi dalam 4 yaitu jaman Dwaparayuga, Tretayuga, Satyayuga dan Kaliyuga. Secara pasti belum tahu perhitungannya, tetapi secara ciri bisa dikatakan bahwa sekarang ini adalah jaman Kaliyuga.
Ciri khas jaman Kaliyuga adalah dimana uang sangat mengambil peranan penting dan berkuasa di atas semua kepentingan manusia. Bukankah sekarang hukum bisa dijual belikan? Dan bukankah negara ini merupakan negara yang berdasarkan pada hukum? Ciri khas negara hukum adalah meletakkan hukum di atas segala kebijakan, dan hukum sifatnya sangat independen dan tidak bisa dipengaruhi oleh siapapun. Kalau hukum sudah kalah dengan uang, bisakan kalau disebut sekarang ini era Kaliyuga. ?
Anoman sangat dibutuhkan sekarang, meskipun sebenarnya Anoman sudah jenuh dan sudah bosan hidup. Bukan raga Anoman, tetapi semangat Anoman yang rela mengorbankan kepentingannya pribadi demi kemaslahatan bersama itulah yang perlu dicontoh. Lalu siapa diantara kita yang mampu jadi Anoman? Setiap orang bisa menjadi Anoman, karena pada dasarnya tiap manusia itu makhluk yang berkecenderungan hidup bersama dan mencari keselarasan. Mulai dari diri masing-masing dan semangat baru, cita-cita baru, opini baru dan pandangan baru untuk memperoleh sesuatu yang baru. Baru bukan dalam artian penampilan, baru karena hasil perenungan… dan diaplikasikan dalam kehidupan bersama di tiap lingkungan.