Perjalanan kehidupan…. seperti tarian…
ada saatnya kita akan berjalan pelan..berjalan cepat..melompat..membungkuk.. melambaikan tangan.. membelah udara.. menyapu tanah..membuka mata..menutup mata..
bergerak dalam irama…
….dan ada saatnya kita akan terlalu menikmati tarian itu.. terlalu menjiwainya..
sehingga kita seolah lenyap didalamnya..
dalam getaran dan gerakan..
lalu, ada saatnya juga kita harus berhenti dan beristirahat..
entah dengan menikmati tepukan tangan dan riuh penonton..
ataukah dalam sepi dan kepuasan diri..

dan ada saatnya..
kita memutuskan untuk berhenti menari
Ketika kita melakukan kesalahan, sadarilah bahwa kita hanyalah manusia biasa.
Dan, inti kemanusiaan adalah ketidaksempurnaan.
Kita hanya perlu menjadi lebih baik.
Ini bukan berarti kita harus melakukan kesalahan.
Namun, kita harus menyadari bahwa kesempurnaan itu tak usah diupayakan tetapi di jalankan saja,
seperti air mengalir.
Bila kita menuntut kesempurnaan pada diri kita sendiri, terlebih pada orang lain, maka kita berjalan di jalur yang menyesatkan.
Kesempurnaan semacam ini
tak mengijinkan kesalahan dan membunuh daya cipta.
Kesempurnaan ini hanya akan membebani langkah kita.
Alih-alih melangkah maju,
kita malah salah melangkah
atau tak memiliki kekuatan untuk berjalan.
Mungkin menyenangkan
menonton film dimana sang jagoan selalu menang
dan tak mungkin terluka.
Tapi, kita tahu hal itu tidak ada. Meski hanya di film sekalipun,
suatu saat kita akan merasa bosan dan merasa dikibuli.
Itulah mengapa, bila kita merasa harus selalu benar
dan menganggapnya sebagai kesempurnaan, kita menipu diri kita sendiri.
Jangan biarkan kita melakukan kesalahan.
Demikian halnya,
jangan paksa diri kita untuk melakukan kesempurnaan.
Akuilah bahwa kita manusia biasa.
Maka, kita akan sangat terhormat di mata kita sendiri dan orang lain.
Bila kita ingin meraih yang terbaik dari diri kita dan orang lain,
maka biarkan kemanusiaan kita menuntun arah kita,

yaitu dengan petunjuk kesalahan.
#wilujeng dalu loer… Ngupi2 dhisik… :)

Iklan