Cari

Lintang Sumunar

Ojo Turu Sore kaki….ono dewo nglanglang jagad….

Kategori

Coretan Pak Brengos

Tulisan teman di salah satu group bbm

SATU JAM BELAJAR HIDUP BENAR

Blajarlah ntuk hdup 1 jm tanpa kemarahan, tanpa menjelekkan orang, tanpa keserakahan, tanpa kesombongan, tanpa kebohongan, dan tanpa hati yg kotor.
Lalu ulangi lgi ntuk 1 jam berikutnya, agar bisa hidup dg kasih sayang, kren dahan hati, keikh lasan dn ksabaran.
Segeralah memulai. Mulailah dr 1 jm du lu dg penuh ksadar an dan kesabaran dlm menjalaninya. Satu jm awal ini sa ngat brarti ntuk 1 jam berikutnya, bah kan mngkin sampai akhir hayat nanti.
Smoga qta diberi ke mampuan belajar hi dup smpai dg akhir hayat nanti. Amin

Ombak Besar & Ombak Kecil

Alkisah, di tengah samudra yang luas, saat air laut pasang, tampak ombak besar bergulung-gulung dengan gemuruh suaranya yang menggelegar, seakan ingin menyatakan keberadaan dirinya yang besar dan gagah perkasa.
Sementara itu, jauh di belakang gelombang ombak besar, terdengar gemericik suara ombak kecil bersusah payah mengikuti jejak si ombak besar. Tertatih-tatih, mengekor hempasan ombak besar. Si ombak kecil merasa dirinya begitu kecil, lemah, tidak berdaya, dan tersisih di belakang. Sungguh, terasa menyakitkan.
Dengan suaranya yang lemah, kurang percaya diri, ombak kecil bertanya kepada ombak besar. Maka sayup-sayup, terdengar serangkaian percakapan di antara mereka.

“Hai ombak besar…! Aku ingin bertanya kepadamu…!! Mengapa engkau begitu besar, begitu kuat, dan gagah perkasa? Sementara lihatlah diriku…, begitu kecil, lemah, dan tidak berdaya. Aku ingin seperti kamu!”
Ombak besar pun menjawab, “Sahabatku, kamu mengganggap dirimu kecil dan tidak berdaya. Sebaliknya, kamu mengganggap aku begitu hebat dan luar biasa. Anggapanmu itu muncul karena kamu belum sadar dan belum mengerti jati dirimu yang sebenarnya!”
“Jati diri? Kalau jati diriku bukan ombak kecil, lalu apa…?” timpal ombak kecil.
Ombak besar meneruskan, “Memang di antara kita terasa berbeda, tetapi sebenarnya jati diri kita adalah sama! Kamu bukan ombak kecil, aku pun juga bukan ombak besar. Ombak kecil dan ombak besar adalah sifat kita yang sementara. Jati diri kita yang sejati adalah air. Bila kamu bisa menyadari bahwa kita sama-sama air, maka kamu tidak akan menderita lagi. Kamu adalah air, setiap waktu kamu bisa menikmati menjadi ombak besar seperti aku: kuat, gagah, dan perkasa.”
Sebagai manusia, sering kali kita terjebak dalam kebimbangan akibat situasi sulit yang kita hadapi. Yang sesungguhnya, itu hanyalah pernak-pernik atau tahapan dalam perjalanan kehidupan. Seringkali kita memvonis (keadaan itu) sebagai suratan takdir, lalu muncullah mitos: “Aku tidak beruntung”, “Nasibku jelek”, “Aku orang gagal”. Bahkan ada yang menganggap kondisi tersebut sebagai bentuk ketidakadilan Tuhan!
Dengan memahami bahwa jati diri kita adalah sama-sama manusia, tidak ada alasan untuk merasa kecil dan kerdil dibandingkan dengan orang lain #srupuuut kopi anget e….

Manuk kuntul

Falsafah manuk kuntul (burung bangau) memang jumbuh dengan kenyataan. Bila dilihat sekilas, burung bangau memang menakjubkan. Dia begitu hebat, kakinya yang panjang menambah wibawanya, bulunya yang putih bersih memperlihatkan kharismanya, dan sikapnya yang tenang seolah menunjukan kedalaman ilmunya (memang saudara2 manuk kuntul sekarang ilmunya hebat2 dan penampilanya juga meyakinkan).
Namun ternyata  semua itu hanyalah tipuan semata, semua itu hanya kemuna……yang dibungkus rapi. Burung burung itu pura pura tau dalam segala hal padahal bila ditanya ternyata hanya katanya (kalau tidak percaya coba deh tanya ama burung2 itu, he he he). Bersikap serba wibawa, tenang, tajam padahal sebetulnya ia hanya membangun kesan supaya terlihat arif dan bijaksana. Dengan cara cara yang dikemas sedemikian rupa, ia caplok mangsa mangsanya dengan serakah seoalah tanpa dosa (kasihan deh ikan ikan), sayang ikan ikan itu tak sadar bahwa didepan sang bangau mereka itu hanyalah mangsa untuk kemakmuranya. Inilah kebusukan si burung kuntul, yang kelihatan putih bulunya tapi tenyata merah dagingnya. Ratu Wahdat benar inilah jaman burung bangau, mereka berkeliaran di tengah kota dengan menawarkan surga, surga yang didalamnya banyak bidadari2 seperti kemauan mereka. Lebih baik jadi burung perkutut, walaupun sederhana wujudnya tapi banyak yang suka bahkan sang rajapun berkenan memelihara dan mau mendengarkan keindahan suaranya.
Maaf saya tidak mengarang, saya hanya mencoba menafsirkan isi kidung diatas.

#sumonggo…. Ngopiii meneh… :)

Nasehat syeikh Abdulkadir Al Jailani

Nasehat dari Syeikh Abdulkadir Al Jailani untuk selalu bersangka baik sesama insan.

Jika engkau bertemu dengan seseorang, maka yakinilah bahwa dia lebih baik darimu.
… Ucapkan dalam hatimu: “Mungkin kedudukannya di sisi Allah jauh lebih baik dan lebih tinggi dariku”.

Jika bertemu anak kecil, maka ucapkanlah (dalam hatimu): “Anak ini belum bermaksiat kepada Allah, sedangkan diriku telah banyak bermaksiat kepada Allah. Tentu anak ini jauh lebih baik dariku “..

Jika bertemu orang tua, maka ucapkanlah (dalam hatimu): “Dia telah beribadah kepada Allah jauh lebih lama dariku, tentu dia lebih baik dariku.”

Jika bertemu dengan seorang yang berilmu, maka ucapkanlah (dalam hatimu): “Orang ini memperoleh karunia yang tidak akan kuperolehi, mencapai posisi yang tidak akan pernah kucapai, mengetahui apa yang tidak kuketahui dan dia mengamalkan ilmunya, tentu dia lebih baik dariku.”

Jika bertemu dengan seorang yang bodoh, maka katakanlah (dalam hatimu): “Orang ini bermaksiat kepada Allah karena dia bodoh (tidak tahu), sedangkan aku bermaksiat kepada Allah-padahal aku mengetahui akibatnya. Dan aku tidak tahu bagaimana akhir umurku dan umurnya kelak. Dia tentu lebih baik dariku. ”
#ngopi..ngopiii…

Perjalanan Hidup

Perjalanan kehidupan…. seperti tarian…
ada saatnya kita akan berjalan pelan..berjalan cepat..melompat..membungkuk.. melambaikan tangan.. membelah udara.. menyapu tanah..membuka mata..menutup mata..
bergerak dalam irama…
….dan ada saatnya kita akan terlalu menikmati tarian itu.. terlalu menjiwainya..
sehingga kita seolah lenyap didalamnya..
dalam getaran dan gerakan..
lalu, ada saatnya juga kita harus berhenti dan beristirahat..
entah dengan menikmati tepukan tangan dan riuh penonton..
ataukah dalam sepi dan kepuasan diri..

dan ada saatnya..
kita memutuskan untuk berhenti menari
Ketika kita melakukan kesalahan, sadarilah bahwa kita hanyalah manusia biasa.
Dan, inti kemanusiaan adalah ketidaksempurnaan.
Kita hanya perlu menjadi lebih baik.
Ini bukan berarti kita harus melakukan kesalahan.
Namun, kita harus menyadari bahwa kesempurnaan itu tak usah diupayakan tetapi di jalankan saja,
seperti air mengalir.
Bila kita menuntut kesempurnaan pada diri kita sendiri, terlebih pada orang lain, maka kita berjalan di jalur yang menyesatkan.
Kesempurnaan semacam ini
tak mengijinkan kesalahan dan membunuh daya cipta.
Kesempurnaan ini hanya akan membebani langkah kita.
Alih-alih melangkah maju,
kita malah salah melangkah
atau tak memiliki kekuatan untuk berjalan.
Mungkin menyenangkan
menonton film dimana sang jagoan selalu menang
dan tak mungkin terluka.
Tapi, kita tahu hal itu tidak ada. Meski hanya di film sekalipun,
suatu saat kita akan merasa bosan dan merasa dikibuli.
Itulah mengapa, bila kita merasa harus selalu benar
dan menganggapnya sebagai kesempurnaan, kita menipu diri kita sendiri.
Jangan biarkan kita melakukan kesalahan.
Demikian halnya,
jangan paksa diri kita untuk melakukan kesempurnaan.
Akuilah bahwa kita manusia biasa.
Maka, kita akan sangat terhormat di mata kita sendiri dan orang lain.
Bila kita ingin meraih yang terbaik dari diri kita dan orang lain,
maka biarkan kemanusiaan kita menuntun arah kita,

yaitu dengan petunjuk kesalahan.
#wilujeng dalu loer… Ngupi2 dhisik… :)

Pembersihan

teringat mimpi yang sangat jelas..semalam, datang dan masuk pada sebuah rumah tua…disana sini banyak barang kuno dan kotor…dinding juga bercak dan rusak..
ada nuansa seram di beberapa sudut..
lalu..memanggil beberapa orang…utk mengecat kembali dindingnya..
dan..beberapa barang dirapikan..lalu..membuka semua pintu dan jendela..
seluruh ruang..dimasuki dan diperiksa… seberapapun kotor..seram atau gelap.. harus berani dilihat dan dilakukan tindakan untuk membersihkannya..

bumi ini sedang membutuhkan cinta dan apapun istilahnya.. kiriman energi dan sebagainya

Ya.
namun ingatlah juga, bahwa bumi ini juga sedang memberikan cintanya pada kita, pada kehidupan ini.
semua mengalir. semua mengisi dan mengosongkan.
its good untuk berdoa dan memberikan bantuan pada bumi ini dalam bentuk energi.
namun, seimbangkanlah dengan tindakan nyata yg juga memberikan bantuan bagi kehidupan dan mereka yang membutuhkan.
perhatikanlah dan jagalah keluarga dan org terdekat kita. mereka juga butuh cinta.
dan apapun yg saat ini sedang dan akan terjadi pada alam ini, juga merupakan bentuk cinta alam ini bagi kita.
.balance……

….dan..demikian juga dengan batin diri.

….dan..juga dengan bumi ini….adanya ‘tanda’ dan peringatan…sebenarnya bukan untuk mengancam atau menakuti..melainkan.. membantu kita waspada dan mempersiapkan diri..
…hanya saja..kita mungkin ada yg mengabaikan dan menganggap remeh..tanda-tanda yg diberikan kehidupan ini…. dan…juga..mungkin tak ‘peka’…
Alam dan tubuh kita pun…seringkali memberi tanda-tanda tsb..

:D pokok’e mbledos meneh:D pokok’e mbledos meneh :D

CAHAYA

saat mata terpejam…
ada begitu banyak keajaiban cahaya…
menghapuskan segala batasan yg ada…dan meluaskan tatapan hingga tak berujung..
dan pada saat yg sama…kita mengalirkan cahaya itu masuk lalu terpancarkan keluar dalam kejernihan..
sayap sayap cahaya yang dihadirkan untuk membawa kita melayang..
bukan keatas atau naik ke langit… namun melayang dan tak kemana2..sebab semua adalah gugusan cahaya tanpa batas…tak ada langit ataupun bumi..
……dan barisan doa pun dikirimkan sebagai penjaga bagi kehidupan…

Hanoman

(Anoman) dan jaman Kaliyuga
Dalam kasanah pewayangan kita Anoman ini dikenal dengan hidup diberbagai jaman, hingga jaman Jayabaya menjadi Raja yang termasyur. Bahkan dalam versi Jawa Anoman ini diceritakan tidak mati, dia terakhir bertemu dengan Sunan Kalijaga dan minta di jabarkan arti atau makna Jamus Kalimasada. Anomanpun baru moksa meninggalkan alam dunia ini menuju ke dunia lain.
Bosan hidup, itulah yang dialami Anoman. Di dalam cerita wayang terdapat cerita Anoman Maneges, yang menceritakan berontaknya Anoman kepada para Dewa dan minta mati. Di Jaman sekarang ini mungkin sudah jarang orang yang berumur panjang seperti Anoman ini.
Tak terpikir keribetan dan kejenuhan diseputar kehidupan Anoman yang hidup di jaman Ramayana hingga Jayabaya. Entah berapa ratus tahun dia butuhkan waktu untuk hidup. Dan berapa ratus dharma ksatria yang dia kobarkan demi keberlangsungan kehidupan di marcapada ini. Coba saja kalau Anoman ini masih hidup, pasti bisa menyelesaikan korupsi, kolusi nipotisme dan segala kerancuan negara ini.(Mungkin loh ya), sempat dan bahkan sampai saat inipun masih banyak bermunculan isu keluarnya satria piningit, sampai-sampai banyak berita2 yang membicarakan hal tersebut. Ini berarti…harapan atau asa untuk hidup baru ada dalam benak masing-masing individu di negeri ini. Tentu saja tindakan masih mlempem karena belum ada reaksi realnya, seperti kasus reformasi di tahun 1997-1998
Kebingungan dan kegelisahan Anoman mengakibatkan dia berontak. Tidak seperti makhluk hidup pada umumnya, berontaknya Anoman ini adalah dia melakukan meditasi dan mencari petunjuk. Dewapun kewalahan merasakan aura dari Anoman, di utuslah Narada (wakil presidennya para dewa) untuk menemui dan berbincang-bincang dengan Anoman. Sesegera Anoman minta mati, tetapi kematian Anoman masih dipending, karena masih ada satu tugas mulia lagi bagi Anoman, yaitu menikahkan putri Jayabaya yang bernama Pramesti dengan Astradarma putra dari Sariwahana. Anoman disuruh menjadi seorang pendeta dengan nama Resi Mayangkara. Akhirnya Anoman mampu menikahkan kedua mempelai karena Astradarma merupakan muridnya. Pernikahan ini merupakan awal kedamaian diantara dua kubu yaitu kubu Jayabaya dan kubu Sariwahana. Anomanpun segera mempurnakan tugasnya dengan bertempur melawan musuh Jayabaya yang asli yaitu seorang raja dari Selahuma bernama Yaksadewa. Anoman mati dalam pertempuran dan moksa bersama raganya, begitu juga Yaksadarma berubah wujud menjadi Bathara Kala dan kembali bertugas menjajagi niatan para manusia.
Berdarma dan berbakti, menyatukan, dan melerai pertikaian artinya menjaga kestabilan kehidupan bersama. itulah sebenarnya tugas Anoman. Ketika kedamaian tercapai maka kehidupanpun kembali normal dan kenormalan ini merupakan akhir dari kehidupan Anoman. Di jaman yang serba salah kaprah dan membingungkan ini sebenarnya dibutuhkan sosok seperti Anoman. Bagaimana tidak, saling tuding, saling curiga dan saling membunuh sudah menjalar, meskipun tidak terlihat kepermukaan. Lihatlah pertikaian antar tetangga gara-gara hal sepele, bom bunuh diri, pemimpin yang samar dalam mengambil kebijakan.
Jadi teringat pembagian waktu atau era menurut astronomi Hindu dan Budha. Dimana jaman itu dibagi dalam 4 yaitu jaman Dwaparayuga, Tretayuga, Satyayuga dan Kaliyuga. Secara pasti belum tahu perhitungannya, tetapi secara ciri bisa dikatakan bahwa sekarang ini adalah jaman Kaliyuga.
Ciri khas jaman Kaliyuga adalah dimana uang sangat mengambil peranan penting dan berkuasa di atas semua kepentingan manusia. Bukankah sekarang hukum bisa dijual belikan? Dan bukankah negara ini merupakan negara yang berdasarkan pada hukum? Ciri khas negara hukum adalah meletakkan hukum di atas segala kebijakan, dan hukum sifatnya sangat independen dan tidak bisa dipengaruhi oleh siapapun. Kalau hukum sudah kalah dengan uang, bisakan kalau disebut sekarang ini era Kaliyuga. ?
Anoman sangat dibutuhkan sekarang, meskipun sebenarnya Anoman sudah jenuh dan sudah bosan hidup. Bukan raga Anoman, tetapi semangat Anoman yang rela mengorbankan kepentingannya pribadi demi kemaslahatan bersama itulah yang perlu dicontoh. Lalu siapa diantara kita yang mampu jadi Anoman? Setiap orang bisa menjadi Anoman, karena pada dasarnya tiap manusia itu makhluk yang berkecenderungan hidup bersama dan mencari keselarasan. Mulai dari diri masing-masing dan semangat baru, cita-cita baru, opini baru dan pandangan baru untuk memperoleh sesuatu yang baru. Baru bukan dalam artian penampilan, baru karena hasil perenungan… dan diaplikasikan dalam kehidupan bersama di tiap lingkungan.

HURUF JAWA

Ha-Na-Ca-Ra-Ka = ada dua utusan
Da-Ta-Sa-Wa-La = saat menolak
Pa-Dha-Ja-Ya-Nya = sama sakti/didaya nyah
Ma-Ga-Ba-Tha-Nga = jadi bangkailah/mati

Dalam kisah Aji Saka diceritakan bahwa Sembada dan Dora ditinggalkan di Pulau Majeti oleh Aji Saka untuk menjaga keris pusaka dan sejumlah perhiasan. Mereka dipesan agar tidak menyerahkan barang-barang itu kepada orang lain, kecuali Aji Saka sendiri yang mengambilnya. Aji Saka tiba di Medangkamulan, lalu bertahta di negeri itu. Kemudian negeri itu termasyhur sampai dimana-mana. Kabar kemasyhuran Medangkamulan terdengar oleh Dora sehingga tanpa sepengatahuan Sembada ia pergi ke Medangkamulan. Di hadapan Aji Saka, Dora melaporkan bahwa Sembada tidak mau ikut, Dora lalu dititahkan untuk menjemput Sembada. Jika Sembada tidak mau, keris dan perhiasan yang ditinggalkan agar dibawa ke Medangkamulan. Namun Sembada bersikukuh menolak ajakan Dora dan memperhatankan barang-barang yang diamanatkan Aji Saka.
yang mempunyai arti filosofi Ha-Na-Ca-Ra-Ka berarti ada ” utusan ” yakni utusan hidup, berupa nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasat manusia. Maksudnya ada yang mempercayakan, ada yang dipercaya dan ada yang dipercaya untuk bekerja. Ketiga unsur itu adalah Tuhan, manusia dan kewajiban manusia ( sebagai ciptaan )
Da-Ta-Sa-Wa-La berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan data ” saatnya ( dipanggil ) ” tidak boleh sawala ” mengelak ” manusia ( dengan segala atributnya ) harus bersedia melaksanakan, menerima dan menjalankan kehendak Tuhan
Pa-Dha-Ja-Ya-Nya berarti menyatunya zat pemberi hidup ( Khalik ) dengan yang diberi hidup ( makhluk ). Maksdunya padha ” sama ” atau sesuai, jumbuh, cocok ” tunggal batin yang tercermin dalam perbuatan berdasarkan keluhuran dan keutamaan. Jaya itu ” menang, unggul ” sungguh-sungguh dan bukan menang-menangan ” sekedar menang ” atau menang tidak sportif.
Ma-Ga-Ba-Tha-Nga berarti menerima segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Maksudnya manusia harus pasrah, sumarah pada garis kodrat, meskipun manusia diberi hak untuk mewiradat, berusaha untuk menanggulanginya.

MAKNA HURUF

Ha
Hana hurip wening suci – adanya hidup adalah kehendak dari yang Maha Suci

Na
Nur candra, gaib candra, warsitaning candara – pengharapan manusia hanya selalu ke sinar Illahi

Ca
Cipta wening, cipta mandulu, cipta dadi – satu arah dan tujuan pada Yang Maha Tunggal

Ra
Rasaingsun handulusih – rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani

Ka
Karsaningsun memayuhayuning bawana – hasrat diarahkan untuk kesajetraan alam

Da
Dumadining dzat kang tanpa winangenan – menerima hidup apa adanya

Ta
Tatas, tutus, titis, titi lan wibawa – mendasar ,totalitas, satu visi, ketelitian dalam memandang hidup

Sa
Sifat ingsun handulu sifatullah – membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan

Wa
Wujud hana tan kena kinira – ilmu manusia hanya terbatas namun implikasinya bisa tanpa batas

La
Lir handaya paseban jati – mengalirkan hidup semata pada tuntunan Illahi

Pa
Papan kang tanpa kiblat – Hakekat Allah yang ada disegala arah

Dha
Dhuwur wekasane endek wiwitane – Untuk bisa diatas tentu dimulai dari dasar

Ja
Jumbuhing kawula lan Gusti – selalu berusaha menyatu – memahami kehendak Nya

Ya
Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi – yakin atas titah /kodrat Illahi

Nya
Nyata tanpa mata, ngerti tanpa diuruki – memahami kodrat kehidupan

Ma
Madep mantep manembah mring Illahi – yakin – mantap dalam menyembah Illahi

Ga
Guru sejati sing muruki – belajar pada guru nurani

Ba
Bayu sejati kang andalani – menyelaraskan diri pada gerak alam

Tha
Tukul saka niat – sesuatu harus dimulai – tumbuh dari niatan

Nga
Ngracut busananing manungso – melepaskan egoisme pribadi – manusia

masalah penemu aksara jawa ini, ajisaka, mungkin bukan bener2 nama orang, begitu juga dengan dua pembantunya, dora dan sembada.
ajisaka kalau di pisah : aji artinya ilmu, saka artinya tiang, bisa diartikan sebagai ilmu – tiang.
maksudnya bisa macem-macem
+ bahwa ilmu seharusnya tiang/penyangga segala urusan.
+ bahwa mencari ilmu harus meniru sifat tiang, tegak lurus keatas, alias mendekatkan diri ke Sang Tunggal
+ bahwa ilmu yang utama adalah pengabdian diri kepada Tuhan secara mutlak
+ dsb
Nah pembantunya : Dora adalah bohong, Sembada adalah Mencukupi.
Keduanya adalah gambaran cara pandang ekstrim, yang selalu jadi dualisme (baik buruk, benar salah) dalam diri kita.
Karena keduanya tercipta sama kuat, pertarungan antara keduanya adalah sepanjang jalan, hingga akhir hayat.

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑